Kisah Inspirasi Mengembangkan Usaha Di Generasi Ke 2 SRC
10 Oct 2022
Kisah Inspirasi Mengembangkan Usaha Di Generasi Ke 2 SRC

Pengusaha generasi kedua selalu ditantang untuk mengembangkan usaha. Namun, Mba Deby dan Ibu Hartati membuktikan bahwa tantangan yang dihadapi sangat mungkin dilewati.


Mbak Wulan dan Bu Hartati sama-sama mewarisi toko kelontong SRC dari ibunya masing-masing. Mbak Wulan kini mengelola SRC Nawang Wulan yang dirintis oleh ibunya, Ibu Titin Suhartini. Didukung ibu dan kakaknya, ia berhasil mengembangkan toko kelontong yang terletak di Situbondo.


Sementara itu, sejak tahun 2007, Bu Hartati telah menggantikan ibunya yang sudah tua untuk mengelola SRC Hartati. Toko kelontong SRC yang berada di Muara Penimbung Kab. Ogan Ilir ini juga berhasil dikembangkan dengan baik.


Selain kerja keras dan ketekunan, keberhasilan keduanya tidak lepas dari keputusan bergabung ke SRC. Bu Hartati mengetahui SRC dari sales SRC yang menawarkan produk ke tokonya. Sales SRC terus meyakinkan Bu Hartati untuk gabung SRC karena toko kelontong miliknya bisa dikembangkan lagi dari yang sudah ada sebelumnya. 


Awalnya Bu Hartati ragu. Namun, pada tahun 2018, pendiriannya berubah sehingga mau bergabung. Sejak saat itu, perkembangan toko sangatlah pesat.


Dimulai dari kondisi toko. Setelah didampingi SRC, toko kelontong Bu Hartati berubah menjadi rapi, bersih, dan terang. Perlahan Bu Hartati berani memperluas area toko kelontong dari ukuran 3 x 6 m2 menjadi 11 x 10 m2. 


Perubahan ini berimbas ke omzet penjualan yang meningkat. Sebelum bergabung dengan SRC, omzetnya per hari hanya satu sampai dua juta rupiah. Namun, kini setiap hari toko kelontong SRC Hartati mampu meraih omzet sekitar tiga sampai empat juta rupiah.


Kesuksesan yang sama juga dirasakan oleh Mbak Wulan. Bergabung sejak tahun 2016, SRC Nawang Wulan telah mampu melebarkan usahanya. Tidak hanya toko kelontong, mereka pun memiliki bisnis food court serta distributor air minum kemasan dan gas.


Kenaikan omzet jelas terasa. Mulanya toko kelontong Bu Wulan meraih pendapatan lima juta rupiah per hari. Namun, setelah bergabung SRC, omzetnya telah melesat hingga Rp15 jutaan setiap hari.


Pencapaian yang diraih tentu berkat dukungan penuh SRC. Tidak hanya mendampingi penataan toko, SRC juga menghadirkan kemudahan mengelola toko. Terbukti ada beberapa aplikasi yang memudahkan pengelolaan toko seperti AYO SRC Toko, AYO SRC Kasir, serta Pojok Bayar SRC. 


Mbak Wulan misalnya sangat menyukai AYO SRC Kasir. Berkat aplikasi tersebut, ia langsung tahu total pendapatan dan pengeluaran toko per hari. Pembukuan toko pun bisa berjalan baik.


Lain lagi dengan Bu Hartati. Ia merasa AYO Toko memudahkannya dalam berbelanja kebutuhan toko. Tinggal pesan lewat aplikasi, barang yang dibutuhkannya pun datang. Ia jadi tidak perlu keluar toko untuk belanja.


Kisah sukses mbak Wulan dan Bu Hartati memperlihatkan bahwa tidak perlu takut menjadi generasi kedua dalam usaha. Sesuai prinsip Bu Hartati, semua tantangan pasti bisa dihadapi, asalkan selalu semangat, konsisten, dan berpikir positif. Niscaya hasil yang baik yang juga akan dicapai.


Lalu, ikutilah perkembangan zaman seperti dicontohkan oleh Mbak Wulan. Ketika banyak hal telah digital dan otomatis, toko kelontong juga harus sama. Maka dari itu, pengelolaan SRC Nawang Wulan juga telah berbasis digital. 


Bisa disimpulkan bahwa SRC menjadi kunci untuk berkembang bagi toko kelontong. Kalau bergabung, akan ada banyak kemudahan yang bisa diperoleh. Toko kelontong akan mendapat pendampingan yang berkelanjutan, menjadi bagian dari Komunitas Toko Kelontong Masa Kini, serta masuk ke ekosistem digital SRC.  


Maka dari itu, segera gabung SRC sekarang biar toko kelontong berkembang pesat!

Artikel Terkait
chat with us icon
Talk to Us